Selasa, 28 April 2009

Mantan Wabup Tegal Hammam Miftah Meninggal

SLAWI - Mantan Wakil Bupati Tegal HM Hammam Miftah SAg MM, Minggu (13/4) sekitar pukul 22.15 meninggal dunia setelah menderita penyakit gagal ginjal dan stroke dan dirawat selama empat hari di RS Purwakarta.

Mantan Ketua DPC PKB Kabupaten Tegal tersebut meninggal dunia di usia 51 tahun. Hammam yang lahir di Tegal, 20 Oktober 1958 itu meninggalkan isteri, Hj Mufrikhah dan empat orang anaknya. Wakil Bupati periode 1999 - 2004 itu selama ini dikenal aktif dalam berbagai organisasi maupun partai. Jabatan terakhir yang ia pegang adalah sebagai Presidium Gatara Cabang Kabupaten Tegal.

Sebelum disemayamkan di TPU Desa Kajen, Kecamatan Talang, jenazah didoakan di rumah duka, Desa Pesarean RT36/ RW VIII Kecamatan Adiwerna. Ratusan orang hadir di rumah duka untuk mendoakan jenazah mantan orang nomor dua di Kabupaten Tegal tersebut. Mereka juga turut mengantarkan jenazah sampai ke pemakaman.

Beberapa pejabat pemerintahan yang ikut melayat, antara lain Wakil Bupati Tegal Moch Hery Soelistiyawan SH MHum dan Wakil Wali Kota Tegal Habib Ali Zainal Abidin SE. Ketua DPRD Kabupaten Tegal H Ahmad Husen SAg. Bupati Tegal Agus Riyanto SSos MM tidak terlihat di rumah duka. Menurut informasi, Agus Riyanto berada di Kota Semarang karena ada keperluan berkaitan dengan partai politik.

Salah seorang anggota keluarga, H Imam Masykur mengatakan, Hammam diketahui menderita ginjal sudah sejak lima tahun terakhir. “Selama satu tahun, dia menjalani pengobatan alternatif untuk melawan penyakitnya,” katanya. Namun, beberapa hari terakhir kakak iparnya tersebut mengalami penyakit stroke.

Wakil Bupati Tegal Moch Hery Soelistiyawan SH MHum dalam sambutannya mengatakan, jasa-jasa Hammam terhadap perkembangan Kabupaten Tegal sangat besar. Mantan wakil bupati yang ia gantikan itu merupakan sosok putra daerah terbaik. Sehingga, meninggalnya Hammam Miftah merupakan kehilangan besar bagi masyarakat. (J17-52).(suaramerdeka.com)

Senin, 30 Maret 2009

Waduk Cacaban


Waduk Cacaban adalah sebuah bendungan yang terletak di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Indonesia. Luas areal waduk adalah 928,7 ha dan berisi air sebanyak 90 juta m³. Waduk ini didukung dengan latar belakang pemandangan hutan dengan panorama yang indah.
Waduk Cacaban diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1952. Waduk ini sebenarnya berfungsi mengairi sawah-sawah di sekitarnya, namun juga difungsikan sebagai obyek wisata. Letaknya tidak jauh dari Slawi, lebih kurang 9 km ke arah timur tepatnya di desa Karanganyar, Kecamatan Kedungbanteng, dan merupakan salah satu obyek wisata di daerah tersebut. Cacaban adalah objek wisata andalan di Kabupaten Tegal, selain Wisata Guci dan Pantai Purwahamba Indah. Wisatawan dapat menikmati suasana santai, dengan memancing ikan, jalan-jalan di atas bendungan ataupun dapat mengelilingi waduk dengan kapal motor. Adapun makanan khasnya adalah aneka ikan air tawar yang setiap saat tersedia.
Fasilitas wisata yang ada:
- Arena pemancingan yang luas
- Jalan-jalan di atas waduk/bendungan
- mengelilingi waduk dengan kapal motor
- sepeda air

JIKA AKU

SOBAT

Jika aku terjatuh nanti

Bantulah aku untuk bangun

Jika aku bersedih

Berikan aku kebahagiaan dan ajari aku tersenyum

Jika aku lemah

Kuatkan langkahku

Jika aku buta

Bimbinglah aku dan terangilah jalanku

Jika aku menangis

Hapuskan air mataku

Tapi, jika aku mati

Janganlah kau menangis

Karena aku,

Tak mungkin terbangun untuk hapus air matamu

Tapi aku akan selalu hidup dalam hatimu

Sampe kau benar-benar merelakan kepergianku

by wika

Kamis, 01 Januari 2009

Tegal Laka-laka

Pemkot Tegal, Jawa Tengah, meresmikan kawasan wisata kuliner bernama "Tegal Laka-Laka", yang berarti "Tegal Tiada Duanya", di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Kawasan itu menampung 21 pedagang kaki lima.

Kawasan tersebut menawarkan aneka makanan khas Tegal dan makanan dari daerah lain. Konsepnya adalah kawasan ini menjadi pusat kuliner.

”Kawasan Tegal Laka-laka diharapkan menjadi ciri khas Kota Tegal. Dengan demikian, pengunjung dari luar kota tak hanya menjadikan Tegal sebagai kota transit, tetapi juga tempat wisata kuliner,” kata Wali Kota Tegal Adi Winarso. (Siwi Nurbiajanti)

Kamis, 27 November 2008

GUCI


Semua orang tegal pasti tahu Guci.Sebuah Obyek Wisata Di Kaki Gunung Slamet.Sebuah Objek Wisata Berupa Pemandian Air Panas yang sangat terkenal di Tegal.

Di Guci ada sekitar 10 air terjun yang terdapat di daerah Guci. Di bagian atas pemandian umum pancuran 13, agak jauh sekitar satu kilometer, terdapat air terjun dengan air dingin bernama Air Terjun Jedor. Dinamai begitu karena dulu tempat di sekitar air terjun setinggi 15 meter itu adalah milik seorang Lurah yang bernama Lurah Jedor. Sambil jalan-jalan menikmati pemandangan pepohonan pinus, Anda dapat merasakan kesejukan daerah ini.

Kalau Anda capai dan merasa tidak berminat untuk jalan-jalan, Anda dapat menyewa kuda untuk berkeliling dan melihat air terjun. Cukup dengan uang Rp 15.000 Anda dapat menikmati pemandangan tanpa merasa lelah dan sekaligus bisa belajar menunggang kuda.

Objek wisata ini biasanya ramai dikunjungi pada malam Jumat Kliwon. Banyak orang yang ngalap berkah. Konon, kalau mandi pada jam dua belas malam dengan memohon sesuatu, permohonan apapun akan dikabulkan. Kepercayaan ini sudah turun-temurun.

Bila Anda ingin merasa puas berkeliling di area wisata seluas sekitar 210 hektar ini, Anda dapat menginap di daerah ini selama beberapa hari. Ada banyak penginapan di sini, dari kelas melati sampai berbintang. Dan jangan lupa untuk membawa oleh-oleh kalau pulang. Di sini Anda membeli sayuran segar dengan harga murah seperti wortel, kol, slada air, tomat, sawi, buah pisang dan alpukat. Atau makanan kecil khasnya; sate manisan ceremai.

Cobalah, dan Anda akan merasakan kesegaran dan keindahan berlibur. Objek wisata ini terletak di kaki Gunung Slamet bagian utara dengan ketinggian kurang lebih 1.050 meter dari kota Slawi sekitar 30 km atau dari kota Tegal berjarak tempuh sekitar 40 km ke arah selatan. Di tempat wisata ini telah tersedia berbagai macam fasilitas seperti penginapan, wisata hutan (wana wisata), kolam renang air panas, lapangan tennis, lapangan sepak bola, dan bumi perkemahan.

Guci mudah dijangkau. Dari Slawi Anda bisa naik mini bus jurusan Bumi Jawa dengan ongkos Rp 5.000. Setelah sekitar tiga puluh menit, Anda berhenti di Desa Tuwel. Di situ banyak kendaraan bak terbuka menunggu penumpang menuju Guci. Anda cukup membayar kendaraan itu dengan Rp 5.000 saja. Tigapuluh menit Anda akan sampai tempat wisata yang sungguh menarik ini.