Minggu, 07 Maret 2010

Makan Enak di Tegal

BUAT warga Jakarta, Kota Tegal di Provinsi Jawa Tengah, bisa jadi identik dengan Warung Tegal yang sering disingkat Warteg. Warteg ini warung yang menyediakan nasi dan berbagai lauk- pauk dengan harga terjangkau. Lebih dari itu, Warteg mudah ditemukan di mana-mana dan banyak juga yang buka sampai malam, bahkan buka 24 jam.

Tegal sering pula diidentikkan dengan martabak telur maupun martabak manis. Walaupun konon martabak adalah makanan khas Melayu yang dipengaruhi budaya India, namun di Jakarta, pembuat dan penjual martabak kebanyakan berasal dari Lebaksiu, sebuah kota kecil di Kabupaten Tegal.

Tetapi kalau kita ke kota Tegal yang terletak di jalur pantai utara pulau Jawa dari Jakarta ke Semarang, lebih dari sekadar Warteg maupun penjual martabak yang dapat kita temukan. Tegal juga lebih dari sekadar tempat menjual telur asin dan bawang merah yang dihasilkan Brebes, kota yang tak jauh letaknya dari Tegal.

Salah satu makanan khas kota itu adalah tahu goreng yang diberi adonan sagu. Tahu murni, demikian orang Tegal menyebutnya. Ada banyak tempat yang menjual tahu semacam ini. Namun salah satu yang terenak adalah Tahu Murni Putra Natajaya yang terletak di Jalan Pangeran Diponegoro 78 dan Jalan AR Hakim 100, Tegal. Tahu buatan Nyonya Messih ini pernah meraih penghargaan Upakarti dari Pemerintah RI pada tahun 1995. Penghargaan itu diberikan atas jasa mengembangkan tahu menjadi produk unggulan kota tersebut.

Selain tahu, daging kambing yang disajikan dalam berbagai menu, juga menjadi makanan khas Tegal. Ada yang diracik menjadi sup kambing, sate, kambing guling, dan sebagainya. Keunikan daging kambing Tegal adalah pilihan dagingnya berasal dari kambing muda. Bagi yang berkendaraan dari Tegal ke arah kawasan wisata Guci, dapat melihat sebuah rumah makan yang diberi nama "Balibul". Ini adalah singkatan dari bawah lima bulan, usia kambing yang dianggap paling enak dagingnya bila dijadikan makanan.

Tetapi selain daging kambing, ada juga tempat makan enak di Tegal yang menyajikan ayam bakar. Lokasinya, tepat di tengah kota, di pojok Jalan A Yani, dapat ditemukan warung ayam bakar Pa' Toyo. Ayam bakarnya sungguh gurih, dengan bumbu yang mirip bumbu sate ayam. Hanya dengan Rp 8.500 untuk sepotong ayam, Rp 1.500 untuk sepiring nasi putih dan Rp 1.500 untuk segelas teh manis hangat, pengunjung sudah dapat menikmati makanan lezat yang mengenyangkan.

Di kota itu ada juga kawasan tempat jajan yang disebut Pokanjari alias Pondok Makan Jalan Teri. Di ruas jalan yang panjangnya sekitar 500 meter, dapat dijumpai berbagai warung yang menawarkan beragam menu masakan, mulai dari aneka seafood, pepes ikan, ayam bakar, nasi lengko, sate kambing, sampai beragam kue sejenis jajanan pasar.

Bagi penikmat es buah, jangan melewatkan untuk datang ke rumah makan Sari Buah. Selain menyajikan sate ayam dan kambing, nasi lengko, kupat glabed, dan lainnya, di tempat itu tamu juga dapat menikmati kesegaran es kopyor. Bagi banyak orang, rasanya belum ke Tegal kalau belum mampir dan menikmati es kopyor di Sari Buah.

Masih banyak lagi tempat makan enak di kota itu, misalnya, rumah makan Nyonya Pan di dekat SMP Negeri 5 Tegal. Menu utamanya berupa nasi bogana dan nasi rames. Masakan ini disukai banyak pengunjung. Lalu ada juga kue pia buatan Nyonya Liao. Pia dengan beragam isi, mulai dari kacang hijau, cokelat, nanas, susu, dan lainnya itu banyak dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan yang datang ke Tegal, untuk dibawa pulang dan dinikmati bersama keluarga di kota asal. Di samping itu tentu saja yang tak boleh dilupakan adalah tahu murni, telur asin, serta krupuk yang digoreng tidak dengan minyak goreng, melainkan dengan pasir. Jadi, ayo makan enak di Tegal.

Selasa, 23 Februari 2010

SEMANGAT WIRASWASTA ORANG TEGAL

Siapa yang tidak tahu tegal. Walaupun kota kecil namun banyak menghasilkan suatu karya. Sebagian orang tegal mempunyai semangat berwiraswasta. Semangat orang tegal dalam berwiraswasta dinyatakan oleh Prof Dr. Suparman bahwa kata "TEGAL" mengandung misteri didalamnya.

Huruf T merupakan huruf awal dari kata tatag atau teteg yang artinya percaya diri. Mereka tidak pernah merasa rendah bagaimanapun penampilannya. Bahkan dalam bertutur kata terlihat tidak menggunakan bahasa yang halus dalam kehidupan sehari - hari. Munkin kata tatag bisa
dikatakan perwatakan Bima dalam tokoh perwayangan yang tidak bisa menggunakan kromo maupun unggah ungguh seperti priyayi.

Huruf E kepanjangan dari eling. dalam bahasa indonesia Ingat atau Sadar. Bahwa mereka mempunyai kesadaran tinggi atas tingkah laku, posisi serta tindakan yang sesuai fungsi. Itulah watak wiraswastawan.

Selanjutnya G merupakan huruf ketiga yaitu gesit. orang tegal cenderung gesit dalam memandang lingkungan. Barang - barang yang rongsokan yang dianggap tidak berguna bagi orang lain akan dipandang barang yang berpotensi bisnis. Ini bisa dilihat dengan banyaknya jual beli disepanjang jalan raya Tegal-Slawi. Barang rongsokan ini diolah untuk menjadi barang keperluan.

Huruf A singkatan dari alim, yang berarti taat menjalankan Agama. Ada asosiasi bahwa orang Tegal identik dengan kehidupan santri, sehingga sebagian oarang akan merasa janggal kalau ada orang Tegal mempunyai nama yang bukan arab.
Ukuran sukses orang tegal pada umumnya kalau sudah haji dan punya rumah atau kendaraan. Pendidikan bagi sebagian orang tegal bukan merupakan ukuran sukes. Tidak sedikit mereka memperkerjakan Sarjana, meskipun mereka sendiri mungkin tidak tamat SLTP.

Huruf paling akhir yaitu L singkatan dari lugas. yang berarti orang tegal biasa tampil apa adanya, tanpa banyak formalitas,yang biasa disebut thokthelan. Mereka tidak biasa basa basi bahkan terkesan kasar, primitif dan naif. Sebagai tanda keakrapan mereka sering bertegur sapa sesama teman dengan umpatan yang menyebit nama binatang. Ki Enthus misalnya, merupakan
prototip keramahtamahan orang Tegal, yang secara sepintas terkesan liar.

Ciri kehidupan wiraswata terlihat disepanjang kota kabupaten dari kota Tegal. Hampir tidak satupun rumah yang tertutup. Hampir semua membuka diri sebagai wiraswatawan. mereka menjual berbagai macam mebel, membuka bengkel maupun show room sebagai hasil kerajinan alat-alat dapur, yang biasa disebut "Sayang". Daerah ini dsebut zona Pesayangan. Ada lagi pengrajin pengecoran besi, pembatikan maupun penenunan. Bahkan ciri lain bisa dilihat di banyak kota dengan membuka WARTEG.

disadur dari Buku "Semangat Orang Orang Tegal"

Jumat, 18 Desember 2009

Mobil Made in Tegal

Apa yang terlintas di benak kita bila mendengar kata “Tegal” ?. Mungkin yang pertama terpikirkan adalah warung Tegal. Maklum saja, bisnis masakan khas Jawa dengan warung Tegal itu kini sudah “menjajah” hampir di seluruh kota-kota di Jawa dengan sasaran pangsa pasar menengah ke bawah. Ini mirip dengan rumah makan padang dengan pangsa pasar berbeda.

Lalu yang kedua adalah pada sisi bahasa Tegal. Hanya Wong Tegal yang masih tetap bangga dengan Bahasa Jawa khas Tegalnya. Dialek Banyumasan pesisiran itu makin terkenal ketika dipopulerkan oleh pelawak Kasino dengan grupnya Dono-Kasino-Indro pada tahun 1980-an. Kemudian tahun 2000-an masih diteruskan oleh Cici Tegal.

Kini Wong Tegal ternyata membuat kejutan baru, menohok bidang teknologi. Wong Tegal mampu membuat mobil sendiri. Mulai dari mesin, rangka, hingga suku cadang pendukungnya. Pendek kata, mobil dua silinder 500 CC itu benar-benar asli made in Tegal. Bukan main ! dan ini memang bukan main-main.

Yang membuat pun para teknisi lokal putra-putri Tegal. Mobil itu kemudian diberi nama Sebayu. Kok mirip dengan nama-nama Jepang ?. Pemilihan nama itu bukan karena membidik pangsa pasar Indonesia yang keranjingan produk Jepang ; namun diambil dari tokoh pendiri Tegal : Ki Gedhe Sebayu. Dia adalah pejabat tingkat bawah di daerah Tegal dengan pangkat Demung (Kepala Daerah) pada masa pemerintahan Kerajaan Mataram tahun 1601.

Untuk Pertanian :
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tegal Bambang Susanto menjelaskan proses pembuatan mobil Sebayu itu cukup lama, sejak tahun 2000. “Kami bekerja sama dengan Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi Bandung. Mesin mobil sudah selesai, Kami sempat membuat 10 kali prototipe. Itu artinya, kami ingin benar-benar sempurna. Target kami tahun 2014 sudah bisa kami pasarkan. Akan tetapi melihat perkembangan sampai sekarang, mungkin sebelum tahun 2014 mobil made in Tegal ini sudah akan kami pasarkan”, tutur Bambang.

Melihat rencana utuh mobil Sebayu, bentuknya mirip dengan Suzuki Carry jenis pikap. Hanya saja Sebayu dirancang untuk keperluan pertanian. Oleh karena itu, luasan bak terbuka diutamakan sehingga nantinya hanya ada satu jok untuk tempat duduk sopir. Dengan bentuknya yang kecil, mirip Suzuki trontong keluaran tahun 1981-1983, mobil kecil ini memang lebih lincah untuk areal pertanian pedesaan.

Di bengkel produksi Lingkungan Industri Kecil Talang Cempaka Baru disingkat menjadi LIK Takaru, Tegal, beberapa mahasiswa Politeknik Purbaya Tegal sedang menyelesaikan pembuatan rangka mobil Sebayu. Di sinilah, proses belajar dan proses produksi dimulai. Mengapa Wong Tegal berani membuat mobil Sebayu ? Nah, pengalaman Wong Tegal ini memang pantas diacungi jempol ! Beberapa industri kecil dan menengah Tegal sudah bekerja sama dengan PT. Astra Internasional.

Salah satu produknya adalah membuat beberapa bagian komponen alat-alat berat seperti ekskavator, bulldozer bermerek Komatsu. Di LIK Takaru ini pula, sebuah perusahaan besar memproduksi engine mounting untuk jenis-jenis kendaraan berat di medan pertempuran.

Soal akurasi dan presisi pembuatan komponen mesin itu sudah teruji. General Manager Astra Internasional Soepardi mengunjungi LIK Takaru pada Desember lalu untuk membicarakan kerja sama lanjutan dengan UKM di sana. Di LIK Takaru ini para mahasiswa dan pelajar STM bisa belajar menggunakan peralatan modern berstandar internasional. “Saya beruntung bisa praktik kerja di sini. Sungguh ini pengalaman yang baru. Pasti sangat bermanfaat bagi saya. Semuanya bisa saya kerjakan dengan mudah. Syaratnya hanya satu, disiplin dan harus memahami cara kerja mesin,” kata Suharno, siswa kelas IV SMK 7 Semarang yang sedang berkutat dengan mesin bubut modern.

Traktor :
Ada 44 unit kerja di Tegal yang khusus bergulat dengan logam. Tidak mengherankan pula bila mereka telah mampu menciptakan traktor tangan untuk keperluan membajak dan menggaru di lahan pertanian. Traktor berkekuatan 8,5 PK itu harganya cukup murah, hanya Rp 12 juta per buah. Jauh lebih murah dibandingkan traktor sejenis buatan Jepang yang mencapai Rp 16 juta. Dengan nama Sebayu 1, LIK Takaru telah memproduksi 20 buah. “Cukup mudah membuat traktor itu. Kami sudah mempunyai pengalaman. Sebagai bukti, 40 persen komponen traktor Kubota itu dipesan dari sini. Jadi kami sudah tidak asing lagi untuk urusan traktor. Itu pula yang menjadi jaminan kualitas traktor Sebayu,” tutur Bambang Susanto. Kemampuan traktor ini bisa membajak sawah seluas satu hektare hanya 9,5 jam. Hal itu setelah mesin diesel yang diberi nama NEFA model NS 85/RDI/I/N dengan silinder 487 cc yang sudah dimodifikasi mampu menghasilkan tenaga 7,5 PK hingga 8,5 PK berkecepatan 2.200 rpm. Pada Maret 2007 nanti, Wong Tegal meluncurkan traktor Sebayu-2.

“Saya berharap traktor itu bisa diproduksi secara massal. Semua tergantung kebijakan pemerintah dan minat pasar,” kata Bambang. Bila kini ada mobil dan traktor Sebayu yang dibuat di Takaru ; entahlah pada 10 tahun mendatang. Pasti akan ada produk baru lagi dengan nama-nama lokal mirip Jepang. Ah, Wong Tegal memang suka nama-nama mirip Jepang. Sekali lagi, hanya namanya. Produknya tetaplah asli Tegal. Tetap bangga dengan warung Tegalnya, selalu menepuk dada dengan Bahasa Tegalnya. Dan tidak salah pula bila dalang wayang kulit Ki Enthus Susmono berkoar : “Ki Enthus dalang saka Tegal”.
By : SU Herdjoko
Sumber :
1. www.sinarharapan.co.id
2. www.suaramerdeka.com

Senin, 05 Oktober 2009

TEH POCI KHAS TEGAL


Nikmatnya teh poci dari Kota tegal memang tak terkalahkan….
Teh poci yang terkenal dengan semboyan WASGITEL (Wangi, Sepet, Legi, Kentel) ini bahkan sudah merambah dunia Internasional juga, banyak turis jauh-jauh datang ke jawa hanya untuk mencoba mencicipi nikmatnya teh satu ini bahkan mereka membawa pulang set poci dari tanah liat untuk oleh-oleh dan souvenir.

Tidak ada jam yang tepat untuk menikmati teh ini layaknya di jepang dengan upacara minum tehnya atau di inggris tiap sore.
Di tegal orang biasa meminumnya disegala kesempatan. Tapi yang paling terlihat ialah di pagi hari dan sore hari menjelang maghrib.
Sambil menikmati sarapan serta beberapa potong gorengan pisang, tahu, tempe dan lain-lainnya atau di sore hari menunggu waktu sholat maghrib sambil berkumpul bersama keluarga.

Di Tegal kebiasaan meminum teh poci ini disebut CIPOK alias Moci karo Ndopok. Bahkan kini banyak sekali bisnis lesehan yang merambah di kawasan kota Tegal. Di malam hari akan dengan mudah kita temui banyak warung-warung lesehan di pinggir jalan yang menyajikan teh poci khas Tegal beserta tempe mendoannya.

Orang yang baru menggunakan teh poci sering tidak tahu trik dan tip nya agar teh terasa nikmat. Untuk minum teh dengan poci tanah ada tata caranya, jika poci tanah masih baru harus di rebus dulu dengan air teh selama beberapa hari, atau isi poci dengan teh dan air mendidih biarkan seharian besoknya ganti lagi dengan yang baru, pokoknya sampai bau tanahnya hilang. Dan cara mengaduknya juga, bila memakai gula pasir jangan pernah pada tuangan pertama gulanya mencair semua, usahakan bertahap mengaduknya karena pasti akan berkali-kali menuangkan teh ke dalam cangkir. Makanya paling nikmat kalo memakai GULA BATU, karena rasa manisnya awet dan lebih gimana gitu…. pokoknya top lah!
Satu lagi, yang terpenting bila kita memakai poci tanah jangan ganti-ganti merk teh, jadi harus setia dengan satu merk. Karena ini akan mempengaruhi rasa tehnya.<asep07.wordpress.com>

Jumat, 12 Juni 2009

Golput The winner of General Election 2009

If according to amount of voter for general election 2009 version of KPU about 170 million, it’s mean that the winner of general election 2009 isn’t Demokrat party. Demokrat just be runner up. The winner is golput or group of white, they are who not using their vote right and their vote not valid.
 At TPS where I choose, for example, from 349 voter only 251 who came to TPS. From that 251 voter, the unvalid vote are 43. If addicted with 98 registered voter who didn’t came to TPS, the golput of my TPS are 141. Funtastic aren’t it’s? And how about other TPS? Maybe same with my TPS.
 Why the golput be a winner?
 There is two causal factor : The registered voter didn’t came to the TPS and the vote of voter unvalid.
 The first factor, they who didn’t came to the TPS for give their choice. May be they think that useless to electing one of parliament members candidates. Their reasons, image of parliament members who voice the will of people. At the television often seen there is parliament members sleeped when meeting or news about the parliament members who bound the case of bribary, etc. All of that is indicator image of parliament members is real dilapidated.
 The second factor, they who came to TPS but their vote unvalid. That happen they don’t know how to elect. According to regulation of general election, how to elect is give smear (V) once at column of party’s names or column of parliament members candidates. Then president take out PERPU ( government’s rule subtitute the act ) that allow give smear more than one as long as at one party. The problem is, for the old voter and the voter who never school, they can’t use write kit togive mark. More of that, the socialization from KPU isn’t sufficient. So the voter don’t know how to elect.
 It’s need to make a comprehensive act for general election 2014, so amount of golput can be minimalized. The parliament members also must reflecting that they are represent of people. (satwika)