Rabu, 30 November 2011

Wirid Setelah Sholat

Berikut ini merupakan bacaan wirid sederhana yang dibaca setelah sholat lima waktu : 
Ø   Astaghfirullohhal adziim li wali wali dayya wali ashabil khuquq ala wal jamiil mu'minin wal mu'minat wal muslimiina wal muslimat al akhyaa 'i minhum wal amwaat (3x)
Ø  Laa Ilaaha Illalloh wahdahu laasyariikalah lahulmulku walahulhamdu yuhyii wayumiitu wahuwa alaa kulli syaiin qadiir (3x)
Ø  Allohumma antassalam, waminkassalam, wa ilaika ya'uudussalam, fahayinaa Robbana bissalam, wa adkhilnal jannata darossalam, tabarokta Robbanaa wata a'laita yaa dzaljalali wal ikraam
Ø  Audzubillahiminassyaithonirrojiim, Bismillahirrohmanirrokhiim teruskan dengan membaca : Al Fatehah , kemudian Wa ilahukum ilahu wakhid , La ilaahailla huwarrohmaanurrokhiim Allohu Laa iaaha illaa huwalkhoyyul qoyuum, laa ta' khudzuhuu sinatuw walaa naum, lahu maa fiissamaawaati wa maa fil ardhi, mandzaalladzii yasyfa'u 'indahuu illaa biidznih, ya'lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum, wa laa yukhithuuna bisyai'in min 'ilmihi illa bi maasyaaa'i, wasi'a kursiyyuhussamaawaati wal ardho, waa ya'uduhuu khifzuhumaa wahuwal a'liyul a'zhiim.

Minggu, 27 November 2011

Hati-Hati Pemurtadan Di Sekolah Dasar

Umat Islam kembali heboh dengan program kristinisasi. SD Negeri 1 dan 5, serta SD Islam Al-Hikmah dikunjungi beberapa orang dengan mengendarai mobul pintar. Mobil pintar ini berkedok ingin memberian bantuan berupa program edukasi dan motivasi secara gratis kepada siswa.
Rombongan datang dengan 3 mobil yaitu Mobil Pintar B 7004 KJA, mobil Elf B 7001 KDA, dan sedan B 2947 VP. Dalam aksinya rombongan meminta sediit waktu untuk masuk kelas. Di dalam elas tersebut tak boleh ada seorang pun guru yang boleh mendampingi. Di dalam kelas rombongan mengajak semua siswa untuk mengangkat tangan dan untuk berbaiat yang berisi “Saya berjanji untuk berubah dengan air kehidupan”.

Kamis, 29 September 2011

Doktrinasi Teroris Lewat TPA

Saat anda masih kecil, hampir setiap anak dimasukan oleh orang tuanya ke sekolah TPA (Taman Pendidikan Al-Quran). Disana orang tunya berharap supaya anaknya bisa belajar meembaca Al-Quran. Tidak hanya membaca kalau bisa juga bisa belajar mengamalkan apa yang ada di Al-Quran. Dilhat dari namanya, harapan orang tua tadi tidaklah salah. TPA yang merupakan Taman Pendidikan Al-Quran memang jika dilihat dari struktur katanya bisa didefinisakan sebagai tempat anak-anak bisa belajar mengenai Al-Quran secara menyenangkan. Di desa-desa mungkin hal seperti ini mungkin masih banyak dilaksanakan, tapi di kota-kota sudah jarang, bahkan ada yang telah bergeser arah. Bergeser arah seperti apa? Bergeser dari tujuan awal berdasarkan nama TPA tadi. Suatu saat saya tidak sengaja mampir ke sebuah masjid di kota. Waktu itu adalah waktu sholat ashar. Sholat berjamaah sudah selesai, akhirnya saya sholat sendiri. Selesai sholat saya, masjid berganti keramaian, yang tadinya ramai pejamaah sholat ashar, sekarang ramai anak-anak berseragam baju muslim. Saya tengok kanan kiri, saya melihat sebuah plang bertuliskan Taman Pendidikan Al-Quran. Berarti tempat itu selain digunakan sebagai masjid juga digunakan sebagai tempat TPA. Tidak seperti di desa-desa memang, yang TPA mempunyai bangunan sendiri. Di kota karena sempitnya lahan, akhirnya masjid dijadikan satu dengan TPA.

Jumat, 26 Agustus 2011

Letak Merk Sarung

Mendekati hari raya Idul Fitri hampir semua umat uslim berburu perlengkapan sholat yang baru. Bagi laki-laki salah satu yang terpenting dari perlengkapan ibadah adalah sarung. Sarung hampir dipakai oleh sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya laki-laki ketika menunaikan ibadah sholat. Namun, akhir-akhir ini ada yang disayangkan dari sarung tersebut, khususnya mengenai letak merk sarung. Kenapa? coba lihat gambar merk sarung tersebut. Merk sarung diletakkan dibawah bagian belakang bawah sarung. Kenapa? Alasan pastinya tidak diketahui, tapi yang pasti sebuah merk tentulah ingin terkenal dengan dibaca oleh banyak orang. Mungkin harapannya dengan letak seperti itu, merk sarung akan mudah dibaca. Oleh siapa??? Jikalau dalam keadaan tidak sholat, mungkin susah membaca merk sarung yang ada dibawah sekali dari sebuah sarung, yang itu berarti sasaran yang disuruh untuk membaca merk sarung tersebut adalah orang yang sedang sholat. Orang yang sedang shlat selalu memusatkan perhatiannya ketempat sujud, yang jika di depannya ada orang lain yang sedang sholat tentu saja letak merk sarung dibawah bagian belakang sebuah sarung sangatlah strategis untuk dibaca. Sedikit saja orang sholat membelokan arah matannya dari tempat sujud, merk sarung akan sangat mudah ditemui, daan siapa orannya yang tidak tertarik untuk membaca tulisan merk sarung tersebut? dengan tulisan yang biasanya lebih mencolok dari warna kain sarungnya.

Jumat, 29 Juli 2011

Kuliner Tegal : Nenek Moyang OLOS

Coba lihat makanan dibawah ini :

Sekilas mirip olos, tapi itu bukan olos, bahkan kalau ditempat saya, makan ini sudah ada lebih dahulu daripada olos, coba lihat yang ini lagi :