Selasa, 07 Februari 2017

Pentingnya Sanad dalam Belajar Agama

Belajar Islam Wajib Bersanad
Sebelum berbicara lebih jauh tentang sanad, ada satu analogi begini. Suatu saat kamu akan pergi ke Jakarta. Tapi karena kamu belum pernah kesana, jadi kamu butuh tanya ke orang lain. Saat itu dihadapanmu ada 2 orang, 1 orang berasal dari Jakarta, satunya lagi dari Jogja. Dihadapkan pada situasi seperti itu, kamu akan lebih percaya arahan dari siapa untuk bisa sampai ke Jakarta? Orang sadar dan waras tentu akan lebih percaya dan mengikuti arahan dari orang Jakarta tersebut. Atau malah kamu akan mencari jalan sendiri menuju ke Jakarta dengan resiko tersesat?
Kurang lebih seperti itu gambaran tentang pentingnya sanad keilmuan dalam mempelajari agama islam. Orang ingin tahu islam, ya cari tahu ke orang yang menguasai ilmu agama islam. Orang mau mempelajari islam tidak bisa semaunya atau asal dasar penafsiran sendiri. Imam Syafi’i pernah mengatakan “tiada ilmu tanpa sanad”. Bahkan nabi sendiri sudah mewanti-wanti akan pentingnya sanad. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa menguraikan Al Qur’an dengan akal pikirannya sendiri dan merasa benar, maka sesungguhnya dia telah berbuat kesalahan”. (HR. Ahmad).

Jumat, 09 Desember 2016

SESORAH NGURI-NGURI BUDAYA

Sesorah dalam bahasa Indonesia artinya pidato. Berikut ini kami sajikan contoh sesorah yang bertemakan "Nguri-Nguri Budaya Jawa". Nguri-nguri budaya Jawa artinya melestarikan budaya Jawa. Hal ini merupakan suatu hal yang penting di era globalisasi seperti sekarang ini.

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Salam kasugengan lan karaharjan mugia tansah kaparingaken dhumateng kita sedaya. Amin.
Para Bapak, ibu serta para rawuh ingkang dahat kinurmatan
Sumangga langkung rumiyin kita tansah ngaturaken puja saha puji syukur dumateng Gusti Ingkang Maha Agung. Ingkang sampun kepareng maringi kabagjan,  kesehatan saha kasarasan saengga kita sedaya saged kempal manunggal wonten ing papan menika tanpa alangan setungga menapa.
Wonten ing pepanggihan menika keparenga kula badhe ngaturaken perkawis nguri-nguri kabudayan Jawa.
Wonten ing setunggal wekdal, dumadakan nate tuwuh pitakenan ing pamikiran kula: Jan-jane napa toh sing dikarepake saking ukara "ayo padha nguri-uri kabudayan Jawa"? Wujudipun kepriwe? Nalika aku seneng ningali wayang kulit, karawitan, nonton kethoprak, lan liya-iyane, napa niku sampun kalebet 'nguri-uri kabudayan Jawa'?

Senin, 17 Oktober 2016

RIDHO ALLAH, RIDHO ORANG TUA


Tersebutlah seorang ahli ibadah pada masa Muhammad Rosululloh SAW. Hari-harinya digunakan untuk berdzikir dan mengerjakan sholat tahajjud. Ia pun senang bersedekah dan mengerjakan kebaikan-kebaikan. Orang-orang memanggilnya dengan nama Alqomah. Ia tinggal di sebuah rumah bersama istri yang dicintainya. Sementara ibu Alqomah yang sudah tua tinggal sendiri di desa.
Suatu ketika Alqomah jatuh sakit. Makin lama sakitnya makin para. Hingga ia pun tidak bisa berbuat apa-apa melainkan hanya berbaring di atas tempat tidur. Istrinya yang merasa bahwa Alqomah sedang mengalami naza’ atau sakaratulmaut mengutus seseorang untuk melaporkan keadaan ini kepada Rasululloh SAW. Setelah mendengar cerita itu, Rasullullah mengutus tiga orang sahabat yaitu Bilal, Amar dan Suhaib untuk menengok Alqomah. Beliau berpesan, agar mereka mengajarkan kalimat talqin pada Alqomah.
    Sesampainya di rumah Alqomah, ketiganya langsung menemui Alqomah yang sedang mengalami sakaratulmaut. Mereka lalu menuntunnya agar melafatkan kalimat Laa ilaaha illallah. Tetapi apa yang terjadi? Mulut Alqomah tidak terbuka sedikitpun. Berkali-kali ketiga pemudah itu mengajarkan, berkali-kali pula mulut Alqomah seperti terkunci. Ketiganya heran. Padahal Alqomah adalah orang yang ahli ibadah, tapi kenapa tidak bisa membaca kalimat sesederhana itu. Dengan menyimpan rasa tidak percaya ketiganya pulang menghadap Rasullulah. Mereka langsung menceritakan kejadian itu. Rasullulah bertanya.

Jumat, 10 Juni 2016

Wasiat Luqman Al Hakim Kepada Anaknya


Sebagai seorang muslim, tentu saja tidak asing dengan nama Luqman. Ya, karena Luqman termasuk nama salah satu surah yang terdapat dalam Al-Quran. Lalu, apa atau siapa Luqman tersebut? Kok sampai-sampai namanya bisa diabadikan dalam kitab suci Al-Quran?
Luqman atau yang biasa disebut Luqman Al Hakim ini sebenarnya seorang manusia biasa. Namun hebatnya, beliau satu-satunya manusia yang bukan nabi, bukan pula Rasul, tapi kisah hidupnya di abadikan dalam Al-Qur'an. Kenapa? tak lain, karena hidupnya penuh dipenuhi hikmah.
Berbagai macam pendapat muncul dari kalangan ulama tentang siapa sebenarnya Luqman ini. Ibnu Katsir berpendapat bahwa nama lengkap Luqman ialah Luqman bin Unaqa' bin Sadun. Pendapat lain ada yang mengatakan berbeda.
Sedangkan asal usul Luqman pun, sebagian ulama berbeda pendapat. Ibnu Abbas menyatakan bahwa Luqman adalah seorang tukang kayu dari Habsyi. Riwayat lain menyebutkan, Luqman bertubuh pendek dan berhidung mancung dan berasal dari sebuah daerah bernama Nubah, ada pula pendapat lain yang mengatakan ia berasal dari Sudan. Dan ada pula yang berpendapat, Luqman adalah seorang hakim pada zaman nabi Daud.

Rabu, 25 Mei 2016

LANGGAR DHUWUR, MUSHOLA TERTUA DI KOTA TEGAL

Langgar Dhuwur yang berganti nama Mushola Istiqomah
Berbekal rasa penasaran akan keberadaan Langgar Dhuwur yang konon merupakan langgar atau mushola tertua diseantero Tegal, pergilah saya mencari keberadaan Langgar Dhuwur tersebut. Sesuai informasi awal yang didapat dari salah satu tulisan di media online, lokasi Langgar Dhuwur ini berada di Dukuh Pesengkongan, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal. Pergilah saya ke lokasi tersebut.
Dengan menyusuri jalur pantura Gajahmada Kota Tegal, saya tengok kanan kiri mencari keberadaan Langgar Dhuwur tersebut. Namun tak ditemukan sejenis plang atau papan nama Langgar tersebut. Setelah bertanya kepada beberapa warga sekitar, akhirnya sampailah saya di lokasi Langgar Dhuwur.
Untuk mencapai Langgar Dhuwur ini sebenarnya tidak terlalu sulit karena dekat sekali dengan jalan pantura. Anda cukup menyusuri saja jalan pantura Gajahmada, sesampainya di perempatan pabrik rokok Gudang Garam, ambil arah belok ke barat kurang lebih 100 meter, di selatan jalan ada gank kecil, masuk melalui gank kecil tersebut, dan lokasi Langgar Dhuwur ini tepat berada di belakang rumah pertama setelah masuk gank. Meskipun terletak di kota, suasana nyaman, tentram, dan sejuk seketika akan terasa ketika kita sampai di lokasi Langgar Dhuwur ini.