Rabu, 25 Mei 2016

LANGGAR DHUWUR, MUSHOLA TERTUA DI KOTA TEGAL

Langgar Dhuwur yang berganti nama Mushola Istiqomah
Berbekal rasa penasaran akan keberadaan Langgar Dhuwur yang konon merupakan langgar atau mushola tertua diseantero Tegal, pergilah saya mencari keberadaan Langgar Dhuwur tersebut. Sesuai informasi awal yang didapat dari salah satu tulisan di media online, lokasi Langgar Dhuwur ini berada di Dukuh Pesengkongan, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal. Pergilah saya ke lokasi tersebut.
Dengan menyusuri jalur pantura Gajahmada Kota Tegal, saya tengok kanan kiri mencari keberadaan Langgar Dhuwur tersebut. Namun tak ditemukan sejenis plang atau papan nama Langgar tersebut. Setelah bertanya kepada beberapa warga sekitar, akhirnya sampailah saya di lokasi Langgar Dhuwur.
Untuk mencapai Langgar Dhuwur ini sebenarnya tidak terlalu sulit karena dekat sekali dengan jalan pantura. Anda cukup menyusuri saja jalan pantura Gajahmada, sesampainya di perempatan pabrik rokok Gudang Garam, ambil arah belok ke barat kurang lebih 100 meter, di selatan jalan ada gank kecil, masuk melalui gank kecil tersebut, dan lokasi Langgar Dhuwur ini tepat berada di belakang rumah pertama setelah masuk gank. Meskipun terletak di kota, suasana nyaman, tentram, dan sejuk seketika akan terasa ketika kita sampai di lokasi Langgar Dhuwur ini.

Rabu, 11 Mei 2016

ISRA MI'RAJ : PERJALANAN LINTAS DIMENSI RASULULLAH SAW

Habib Novel bin Muhammad Alaydrus
Tulisan ini saya sarikan dari ceramah Habib Novel bin Muhaamad Alaydrus pada acara Haflah Akhirussannah Pondok Pesantren Ribath Nurul Hidayah Bedug, Pangkah, Kabupaten Tegal.
Salah satu dari sekian banyak materi ceramah yang disampaikan Habib Novel yang paling menarik adalah ketika membicarakan tentang Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Beliau Habib Novel bin Muhammad Alaydrus menjelaskan tentang Isra Mi’raj dari sudut pandang lain yaitu sudut pandang tauhid. Dengan model penyampaian dakwahnya, sisi tauhid Isra Mi’raj ini disampaikan dengan sangat cerdas dan gambalang mudah untuk dipahami.
Dengan model penyampaiannya, Habib Novel menerangkan bahwa ketika melakukan perjalanan Isra Mi'raj, sebelum sampai ke Sidratul Muntaha, Rasulullah SAW terlebih dahulu harus melewati surga dan neraka.
Sebelum kembali menjelaskan, dengan gaya khasnya, Habib Novel mengajukan pertanyaan kepada segenap jamaah, “Ketika perjalaan Isra Mi’raj Rasulullah melewati dan melihat neraka, nerakanya sudah ada penghuninya belum?” tanya Habib Novel.
Serentak jamaah menjawabnya belum.

Selasa, 10 Mei 2016

Ingin Dipeluk dan Dicium Nabi dalam Mimpi?


Dituliskan dalam kitab Nasha-ihul Ibad karya Syaikh Muhammad Nawawi Ibnu Umar Al-Jawi, dalam salah satu bab, tersebutlah seorang sahabat bernama Asy Syibli. Suatu ketika, Asy Syibli ini datang untuk bertemu dengan Ibnu Mujahid. Tiba-tiba saat baru bertemu, Ibnu Mujahid langsung memeluk dan mencium kening diantara kedua mata Asy Syibli. Asy Syibli terheran dengan kejadian tersebut. “Apakah yang terjadi? Mengapa engkau melakukan ini kepadaku?” tanya Asy Syibli.
Ibnu Mujahid pun menjawab, bahwa dalam suatu mimpi, dirinya pernah melihat Asy Syibli dipeluk dan dicium kening diantara kedua matanya oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam mimpi tersebut, kemudian Ibnu Mujahid bertanya kepada Nabi SAW. “Ya Rasulallah, kenapa Baginda memperlakukan demikian kepada Asy Syibli?” tanya Ibnu Mujahid.