Selasa, 28 Oktober 2014

LEGENDA STANA KEMPOL


Ditengah perkebunan salak, terdapat sebuah bangunan. Bangunan itu terlihat tua meskipun sepertinya cukup terawat dengan baik. Latar menuju bangunan tersebut dibuat semacam jalan setapak yang terbuat dari batu-batu seadanya yang terdapat disekitar situ dan tertata rapi.
Stana Kempol, begitu warga sekitar biasa menyebutnya. Berlokasi di Dusun Dirun Desa Singamerta Kecamatan Sigaluh, konon Stana Kempol merupakan nama bangunan sebuah makam.  Makam ini diyakini bukan sembarang makam. Makam ini cuma ada satu-satunya disekitar situ, tidak ada makam yang lain seperti makam-makam pada umumnya.
Menurut salah seorang warga sekitar bernama bapak Martono, konon Stana Kempol merupakan makam seorang Ronggeng yang sangat cantik jelita dan menjadi idaman para pria. Sangking cantiknya, sang ronggeng menjadi rebutan para pria dari berbagai daerah.

Sabtu, 11 Oktober 2014

Sunan Giri Wasiyat

Makam Sunan Giri Wasiyat tampak luar

Nama Sunan Giri Wasiyat memang terdengar asing ditelinga kita semua. Dibandingkan dengan nama-nama seperti Sunan Kalijaga, Sunan Gunungjati, ataupun Sunan-Sunan lain yang masuk dalam predikat Wali Sanga, nama Sunan Giri Wasiyat memang masih jarang yang tahu. Namun meskipun begitu, peran Sunan Giri Wasiyat dalam menyebarkan kawruh agama islam tidak bisa dibilang sepele.
Sunan Giri Wasiyat adalah putra kedua dari Sunan Giri. Kakaknya bernama Prabu Jaka, sementara adiknya bernama Sunan Gripit dan Nyai Sekati. Sunan Giri Wasiyat bersama kedua adiknya bertugas menyebarkan agama islam di wilayah Pulau Jawa bagian tengah. Dan salah satu yang menjadi tempatnya menyebarkan agama islam yaitu di wilayah yang sekarang bernama Banjarnegara.
Alkisah, pada suatu pengembaraannya, beliau sampailah di daerah Banjaranyar, Pekuncen. Disana beliau bertemu dengan Kyai Ageng Maliu, salah satu tokoh besar di daerah tersebut dan menikahkan putrinya dengan Kyai Ageng Maliu. Di daerah tersebut Sunan Giri Wasiyat mengajarkan kawruh agama islam.