Sabtu, 31 Maret 2012

BACAAN TAHLIL

Bacaan-bacaan detail tahlhl ada sedikit perbedaan antara satu daerah dengan daerah yang lain walaupun tidak begitu prinsip. Bacaan di bawah merupakan standar umum bacaan tahlil.
Catatan: Surat Al-Ikhlas dibaca 3x. Sedang surat Al Falaq dan An Nas masing-masing dibaca sekali.



سْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَد

لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ * مِن شَرِّ مَا خَلَقَ * وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ *
وَمِن شَرِّ النَّفَّـثَـتِ فِى الْعُقَدِ * وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ

Minggu, 18 Maret 2012

Kebiasaan Menghargai Si Terlambat

 Undangan acara jam 9, tapi acara dimulai jam 10 itu sudah biasa, bahkan kalau acara sudah dimulai sejak pukul 9 tepat, malah dianggap aneh dan tidak biasa, inilah Indonesia. Hal ini mungkin terjadi akibat dari kebiasaan menghargai si terlambat. Kita umpamakan begini, ada acara jam 9. Tapi jam 9 tamu belum banyak yang datang, hanya ada si empunya rumah dan sedikit tamu yang sudah datang. Akhirnya karena alasan tamu baru sedikit, acara yang sedianya berjalan pukul 9 diundur, menunggu banyak yang datang. Disinilah kesalahannya, si empunya rumah dan sedikit tamu yang datang ini tidak melangsungkan saja acara sesuai jadwal, mereka berpikiran untuk menunda menunggu banyak tamu datang, dengan begini akhirnya para tamu yang terlambat ketika berangkat berpikiran, “tuhkan belum terlambat, acara belum mulai,” pikiran itulah yang semakin akan membuat si tamu terlambat tadi membiasakan keterlambatannya, karena dia telah menanamkan pikiran bahwa acara pasti belum mulai saat dia datang meskipun terlambat.

Kebiasaan Menghargai Si Terlambat

 Undangan acara jam 9, tapi acara dimulai jam 10 itu sudah biasa, bahkan kalau acara sudah dimulai sejak pukul 9 tepat, malah dianggap aneh dan tidak biasa, inilah Indonesia. Hal ini mungkin terjadi akibat dari kebiasaan menghargai si terlambat. Kita umpamakan begini, ada acara jam 9. Tapi jam 9 tamu belum banyak yang datang, hanya ada si empunya rumah dan sedikit tamu yang sudah datang. Akhirnya karena alasan tamu baru sedikit, acara yang sedianya berjalan pukul 9 diundur, menunggu banyak yang datang. Disinilah kesalahannya, si empunya rumah dan sedikit tamu yang datang ini tidak melangsungkan saja acara sesuai jadwal, mereka berpikiran untuk menunda menunggu banyak tamu datang, dengan begini akhirnya para tamu yang terlambat ketika berangkat berpikiran, “tuhkan belum terlambat, acara belum mulai,” pikiran itulah yang semakin akan membuat si tamu terlambat tadi membiasakan keterlambatannya, karena dia telah menanamkan pikiran bahwa acara pasti belum mulai saat dia datang meskipun terlambat.

Jumat, 02 Maret 2012

Tak Setuju Konsep Pembagian Buletin Jumatan

     Seorang muslim khususnya laki-laki wajib melaksanakan sholat jumat, bahkan meninggalkan sholat jumat sampai 3 kali berturut-turut bisa dianggap kafir atau keluar dari Islam (mohon masukan kalau salah).
Dalam prosesi sholat jumat ini diwajibakan didahului dengan khotbah jumat, khotbah jumat ini hukumnya wajib untuk didengarkan, bahkan pernah dengar dalam suatu riwayat bahwa menertibkan orang yang berisik sendiri waktu jumatan itupun tidak boleh, apalagi brisik. intinya disaat khotbah dimulai, semua jamaah harus terpusat pada khotbah, tidak boleh ada yang lain.
      Namun akhir taun belakangan ini, kekhusyukan jamaah jumat dalam mendengarkan khotbah agak sedikit terganggu. yaitu terganggu oileh adanya buletin jumatan. buletin jumatan ini dibagikan kepada setiap jamaah setiap akan memasuki masjid untuk beribadah sholat jumat, buletin dibagi sebelum pelaksanaan sholat jumat dan sebelum khotbah dimulai.