Jumat, 25 September 2015

EKS STASIUN DI KABUPATEN BANJARNEGARA

Eks Stasiun Banjarnegara
Pemerintah melalui Dishubkominfo Jawa Tengah bersama dengan PT Kereta Api Indonesia dan Pemkab Pemkab Banyumas, Purbalingga,  Banjarnegara dan Wonosobo sedang berencana mengaktifan kembali jalur kereta api (KA) Purwokerto-Wonosobo yang sudah lama mati. Jalur kereta api ini pernah hidup di jaman kolonial, sebelum kemudian ditutup sejak tahun 1970-an. Rencana reaktivasi jalur KA Purwokerto-Wonosobo merupakan respons atas usulan dari Pemkab Wonosobo kepada Dishubkominfo Jateng.
PT KAI menghentikan operasional kereta penumpang jalur Purwokerto-Wonosobo sekitar tahun 1978. Di sepanjang jalur tersebut terdapat 12 stasiun serta beberapa titik perhentian kecil di Banjarnegara seperti di Gandulekor, Danaraja, Binorong, Pucang, Wangon, Sigaluh, Prigi, Bandingan dan Tunggoro. Dari 12 stasiun tersebut, 2 diantaranya berada di Kabupaten Banjarnegara, seperti apa kondisinya?

Rabu, 16 September 2015

MONUMEN PERJUANGAN PERANG GERILYA

Monumen Perang Gerilya
Pada tahun 1949, di Banjarnegara khususnya bagian selatan sering terjadi kerusuhan, sehingga keamanan masyarakatpun terganggu. Kerusuhan-kerusuhan tersebut diakibatkan oleh beberapa kelompok pemberontak lokal, disaat yang bersamaan sedang terjadi agresi militer Belanda yang ke II. Pada saat itu juga, Banjarnegara sudang berada dalam kekuasaan Belanda. Atas dasar itu, berdasarkan Surat Perintah Perwira Komando Distrik Militer Banjarnegara No. 19/1/49/LK tanggal 1 Februari tahun 1949, dibentuklah sebuah seksi khusus TNI yang bernama Pasukan Gabungan Seksi Gembong Singo Yudho. Seksi TNI ini mendapatkan tugas pokok dalam rangka pelaksanaan perang gerilya melawan Belanda dan mengatasi tindakan kriminilitas yang ada. Adapun petunjuk teknisnya sebagai berikut:

Rabu, 09 September 2015

MITOS WATU SILEMBU

Watu Silembu sebagian terpendam tanah
Watu Silembu, begitu warga sekitar menyebutnya. Watu Silembu ini lokasinya ada di Desa Karangjambe Kecamatan Wanadadi. Batu ini berbentuk persegi panjang agak lonjong dengan bagian tengah yang agak cekung ke dalam. Sebagian dari batu ini sudah terpendam tanah dan diatasnya ditumbuhi pohon bambu, sementara sebagian lagi masih terlihat dan muncul dipermukaan.
Ada mitos yang berlaku terhadap batu ini. Konon, kalau batu ini diangkat atau dipindahkan, tanah yang ada disekitarnya akan longsor.