Selasa, 14 April 2015

SI BUNGSU, NYAI SEKATI


Cungkup Makam Nyai Sekati
Menurut cerita yang beredar di masyarakat Banjarnegara, tiga dari empat putra dari Kanjeng Sunan Giri Gajah konon merupakan penyebar agama islam di Banjarnegara. Dari ketiganya tersebut, baru makam Sunan Giri Wasiyat dan Sunan Gripit yang sudah terdata dan sudah banyak diketahui masyarakat. Satu yang belum terdata dan bahkan hampir tidak ada orang yang tahu adalah makam Nyai Sekati.
Nyi Sekati merupakan bungsu dari Sunan Giri Gajah. Sebagai bungsu, beliau mengikuti kedua kakaknya pergi ke arah barat untuk menyebarkan agama islam. Dan sampailah mereka di wilayah yang sekarang bernama Banjarnegara.
Seperti halnya kedua kakaknya, Nyai Sekati juga merupakan orang yang sakti. Dari salah satu sumber buku bertuliskan aksara Jawa, diceritakan kalau Nyai Sekati ini dalam setahun hanya makan 3 kali, itu pun jumlahnya sangat sedikit, sekali makan porsinya hanya semampunya yang diambil oleh tangan atau orang Jawa biasa menyebutnya “saemplokan”.
Dan ternyata untuk menemukan lokasi makam Nyai Sekati ini memang sangat sulit. Namun setelah melalui penelusuran beberapa hari sebelumnya dengan mencari informasi dari berbagai pihak, akhirnya lokasinya diketemukan yaitu di desa Karangtengah Kecamatan Wanayasa.
Jalan Menuju Makam Melewati Sawah dan Perkebunan
Untuk menuju lokasi makam, diperlukan perjuangan ekstra karena lokasinya berada di pedalaman tepatnya di desa Karangtengah Kecamatan Wanayasa. Untuk menuju lokasi, ada beberapa alternatif jalan, yaitu bisa lewat jalur Madukara-Pagentan, ataupun bisa juga melewati jalur Karangkobar arah Pejawaran. Namun bagi yang akan ke lokasi menggunakan mobil, kami sarankan melalui jalur Karangkobar arah Pejawaran.

Dari perempatan pasar Karangkobar, ambilah jalan ke arah Pejawaran. Menyusuri jalan kurang lebih 3 km sampai ke wilayah perhutani hutan pinus ada pertigaan. Dari pertigaan, masuk saja belok kanan terus mengikuti jalan sampai ke desa Karangtengah.
Makam Nyai Sekati
Setelah melewati jalanan berliku dengan medan naik turun nan curam, bahkan sempat kurang lebih 5 km melewati jalanan batu bekas aspal rusak, sampailah di Desa Karangtengah tepatnya di rumah salah satu kepala dusunnya yang juga merupakan juru kunci makam Nyai Sekati. Dari rumah Kepala Dusun menuju Makam Nyai Sekati jaraknya kurang lebih 1 km. hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki karena harus melewati persawahan dan kebon salak milik warga.
Papan Nama Makam Buatan KKN UGM
Menurut cerita sang juru kunci, beberapa tahun yang lalu, makam Nyai Sekati telah dibuatkan cungkupnya oleh swadaya masyarakat sekitar. Bahkan pada tahun 2010 oleh mahasiswa KKN dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta telah dibuatkan papan nama makamnya. Hanya saja akses jalan menuju lokasi sudah lama tidak tersentuh pembangunan, harapannya pemerintah daerah bisa memberikan bantuan untuk memperbaiki jalan sebagai salah satu wujud baktinya kepada sosok Nyai Sekati yang telah berjasa ikut menyebarkan agama islam di daerah Banjarnegara. (Amin)

0 komentar: