Kamis, 15 Oktober 2015

KESENIAN JEPIN

Jepin saat Parade Budaya Banjarnegara 2014
Kesenian Jepin merupakan salah satu kesenian yang berkembang di Kabupaten Banjarnegara. Jepin ini termasuk kesenian yang bernafaskan islam.
Menurut sejarahnya kesenian Jepin yang bernafaskan Islam ini lahir pada masa penjajahan Jepang. Kesenian ini awalnya diberi nama Rodad dan Cimoi, karena pakaian-pakaian kesenian Rodad dan Cimoi dirampas oleh penjajah Jepang maka kesenian tersebut berubah nama menjadi Jepin.
Jepin berasal dari kata Je dan Pin yang dapat diartikan Je berarti Jaman Pin berarti pindahan, atau Je berarti jaman Pin berarti penjajahan, dan Je berarti jaman Pin berarti dijajah Jepang.
Dilihat dari sajian keseniannya, Jepin menggambarkan olah kanuragan Beladiri pada waktu jaman serdadu Jepang. Gerakan-gerakan yang digunakan adalah gerakan dasar pencak silat pada jaman dulu yang terdiri dari 20 jurus, serta dari pola lantainya menampakkan pejuang yang sedang baris- berbaris.

Kesenian Jepin ini diiringi musik berupa Terbang dan Bedug. Busananya menggunakan baju mirip pesilat, karena memang gerakannya mirip jurus-jurus dalam beladiri pencak silat.

Gerak Kesenian Jepin seperti Beladiri
Dalam kesenian jepin biasanya terdapat pula atraksi “kesurupan”, mirip pada kesenian embeg. Atraksi kesurupan ini biasanya terjadi ketika sang pemimpin kelompok membacakan mantra-mantra. Setelah kesurupan, biasanya para penari bertindak tidak terkendali dan mampu melakukan hal-hal yang kadang tidak bisa dinalar oleh akal sehat seperti makan beling, memecah batu dengan tangan atau kepala, dan atraksi-atraksi “gila” yang lain.

0 komentar: