Selasa, 24 Maret 2015

BERKENALAN DENGAN SITUS LIYANGAN TEMANGGUNG

Salah satu candi di Situs Liyangan
Siang itu, saya beserta teman-teman ditemani Balai Arkeologi Yogyakarta berkesempatan berkenalan dengan sebuah situs cagar budaya di daerah Temanggung, Jawa Tengah. Lokasi situs tersebut tepatnya berada di Dusun Liyangan Desa Purbasari Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung.
Situs Liyangan, begitu Balai Arkeologi memberikan nama kepada lokasi tersebut, dengan merujuk pada nama dusun tempat ditemukannya situs tersebut. Lokasinya kurang lebih berjarak 20 km ke arah barat laut dari pusat Kota Temanggung dengan ketinggian 1.200 meter di lereng Gunung Sindoro.
Untuk menuju lokasi situs tersebut, dari Yogyakarta, kami pergi menuju ke arah Temanggung dengan menggunakan mobil. Perjalanan ke Temanggung ditempuh kurang lebih selama 3 jam. Dari pusat kota Temanggung, perjalanan dilanjutkan menuju arah Kecamatan Parakan. Dari Parakan dilanjutkan perjalanan menyusuri jalan utama jalur yang menuju ke Weleri, Kendal. Kemudian sampai di Ngadirejo, ambil arah jalan lingkar Ngadirejo. Tiba di perempatan, ambil arah Jumprit, lurus terus sampai menemukan gapura bertuliskan dusun Liyangan Desa Purbosari. Setelah itu, masuk saja melalui gerbang desa menuju permukiman warga, dari pemukiman warga, lurus saja terus melalui jalan bebatuan sampai masuk area persawahan, dan sampailah ke lokasi Situs Liyangan.
Beberapa bangunan dalam kondisi rusak
Situs Liyangan merupakan sebuah perdusunan di zaman Mataram Kuno sekitar abad ke-9. Pada masa awal penemuannya pada tahun 2008, di lokasi tersebut ditemukan yoni, arca, batu-batu candi, dan struktur yang mirip talud. Setelah dilakukan penelitian dan penggalian lebih lanjut yang dilakukan Balai Arkeologi Yogyakarta bekerjasama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah, selanjutnya ditemukan sebuah bangunan candi yang di atasnya terdapat sebuah Yoni. Namun tidak seperti Yoni kebanyakan, Yoni yang ditemukan diatas salah satu candi itu terbilang unik, karena yoni ini memiliki tiga lubang dan bentuknya masih sangat sederhana.
Kami sedang mendengarkan penjelasan dari Pak Sugeng
Dalam keadaan di bawah rintikan hujan dan terjangan kabut khas daerah pegunungan, saya dan rombongan antusias mendengar pemaparan dari Bapak Sugeng Riyanto. Menurut penuturan dari Bapak Sugeng Riyanto dari Balai Arkeologi yang juga merupakan ketua tim peneliti Situs Liyangan, Situs Liyangan terdiri atas 3 bagian, yakni area hunian, peribadatan, dan kawasan pertanian. Namun beberapa bagian dari situs tersebut dalam kondisi rusak sudah sejak saat ditemukan, kuat dugaan kerusakan tersebut disebabkan oleh bencana alam letusan Gunung Sindoro pada waktu silam. Bahkan merujuk dari penemuan salah satu candi yang dibangun diatas material batuan vulkanik, kuat dugaan situs liyangan tidak hanya sekali diterjang letusan Gunung Sindoro, melainkan sampai beberapa kali.
Jalanan batu di Situs Liyangan
Selain ditemukan candi dan bekas hunian, di lokasi ini juga ditemukan jalanan batu. Jalanan batu ini membentang panjang, yang diduga menghubungkan permukiman dengan wilayah pertanian.
Penemuan Situs Liyangan ini masih banyak yang menjadi misteri. Salah satu yang masih menjadi misteri dan sangat unik diikuti yaitu penemuan sebuah arang yang bentuknya mirip arang dari buah kelapa, jagung, dan pala. Arang-arang tersebut beberapa masih disimpan dengan ditutupi sejenis kain terpal untuk selanjutnya bias diteliti terkait tanaman-tanaman yang hidup pada jaman tersebut.
Penemuan arang yang untuk sementara dilindungi terpal
Itu tadi sekilas pengalaman saya dan teman-teman berkunjung ke Situs Liyangan Temanggung dengan ditemani tim dari Balai Arkeologi Yogyakarta. Ke depan masih akan terus dilakukan penelitian dan penggalian untuk menjawab misteri-misteri yang masih tersimpan di Situs Liyangan tersebut.
Dan inilah Kami :)
Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang Situs Liyangan ini, silahkan datang sendiri saja ya, mohon maaf ulasan saya kurang lengkap, maklum bukan bidangnya, hehe. (Amin)

(Tulisan ini diposting dalam rangka mengikuti lomba blog "Visit Jawa Tengah 2015" dengan tema "Cagar Budaya Jateng".)

3 komentar:

MunaMadrah mengatakan...

Wah..menarik tulisanya...baru tahu ada situs ini. Thanks infonya...yg spt ini harus lbh banyak di publish

MunaMadrah mengatakan...

Wah..menarik tulisanya...baru tahu ada situs ini. Thanks infonya...yg spt ini harus lbh banyak di publish

Fatkhul Amin mengatakan...

Terima kasih @munamadrah, silakan kalau sempat, bisa berkunjung ke lokasi tersebut untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman yang luar biasa tentang sejarah pada jaman mataram