Senin, 02 Maret 2015

ADIPATI ANOM DAN CERITA DIBALIK NAMA DESA ADIPASIR

Cungkup Makam Adipati Anom
Adipasir merupakan salah satu nama desa di Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara. Di desa ini terdapat satu makam kuno yang konon merupakan makam seseorang bernama Adipati Anom.
Diceritakan dalam Babad Adipasir, Adipati Anom merupakan salah seorang prajurit Pangeran Diponegoro di  kerajaan Mataram. Kala itu saat terjadi perang besar-besaran di bumi Mataram antara warga pribumi melawan penjajah Belanda, Adipati Anom dengan istrinya bersama dengan keempat sahabatnya pergi meninggalkan Mataram untuk mencari keselamatan. Keempat sahabatnya tersebut bernama Tumenggung Suradipraya, Kyai Bunut, Eyang Jlantah, dan Kyai Budug.
Ditengah perjalanan pelariannya, Adipati Anom dan istri terpisah dengan keempat sahabatnya. Agar tidak terpisah terlalu jauh dan kehilangan jejaknya, keempat sahabat Adipati Anom tersebut menghentikan pelariannya dan mendirikan tenda disuatu lokasi. Di tenda tersebut pula keempat sahabat tersebut membuat rencana untuk kembali menyerang para penjajah Belanda yang telah membuat kekacauan di bumi Mataram.
Pada suatu saat sedang berada didalam tenda, Tumenggung Suradipraya tiba-tiba teringat kepada Adipati Anom yang terpencar entah kemana, kenapa belum juga sampai ke lokasi keempat sahabatnya tersebut membuat tenda. Pada saat suasana gelisah menyelimuti keempat orang tersebut dikarenakan Adipati Anom tak kunjung muncul, Tumenggung Suradipraya meramal bahwa nantinya tidak lama lagi Adipati Anom beserta isterinya akan segera sampai ke tempat ini.
Tak kunjung sampainya Adipati Anom beserta istri ke lokasi keempat sahabatnya ternyata disebabkan oleh suatu insiden. Disaat sedang mengendarai kuda tepat berada dibelakang keempat sahabatnya, ternyata istri Adipati Anom yang kala itu membonceng kudanya, jatuh ditengah jalan. Karena tidak mungkin meninggalkan istrinya, Adipati Anom berhenti, sementara keempat sahabatnya itu tidak mengetahui insiden tersebut karena mereka melaju dengan sangat cepat dengan menaiki kudanya masing-masing.
Dikarenakan terjatuh dari kuda, istri Adipati Anom merintih menangis kesakitan. Namun bersamaan dengan itu, istri Adipati Anom juga menggemgam sesuatu ditangannya, dan ternyata sesatu tersebut adalah sebuah kantong berisi emas, intan, dan berlian yang ia ketemukan ketika terjatuh dari kuda tadi. Dari situ Adipati Anom tahu, ternyata istrinya tidak jatuh dari kuda, melainkan sengaja menjatuhkan diri karena melihat kentong berisi emas, intan, dan berlian tergeletak tak bertuan dan ingin memilikinya sebagai bekal diperjalanan.

Mengetahui hal tersebut, Adipati Anom marah dan meminta kepada istrinya untuk meninggalkan kantong tersebut ditempat semula. Karena kantong tersebut, Adipati Anom jadi terpisah dengan keempat sahabatnya, jadi kantong tersebut berpotensi merusak jalannya perjuangan.
Menuruti perkataan suaminya, istri Adipati Anom pun tidak jadi mengambil kantong tersebut, dan menempatkannya di tempat semula saat ia mengambilnya. Dan mereka berdua kembali meneruskan perjalanan untuk menyusul keempat sahabatnya.
Kurang lebih seharian berkuda, Adipati Anom beserta istri berhenti disuatu desa dan bertemulah ia dengan keempat sahabatnya yang saat itu sedang bermusyawarah di dalam tenda. Ramalan Tumenggung Suradipraya akan kedatangan Adipati Anom beserta istri dalam waktu dekat pun terbukti. Dan atas peristiwa tersebut, dinamailah lokasi tersebut dengan nama ADIPASIR yang berasal dari kata
-         ADI yaitu penggalan dari nama Adipati Anom,
-        PAS berarti tepat atau benar yaitu terkait ramalan Tumenggung Suradipraya yang meramal kedatangan Adipati Anom terbukti pas atau tepat atau benar,
-         SIR yaitu dari kata taksiran atau ramalan.
Watu Gombang

Beberapa saksi bisu cerita tersebut antara lain :
   1.  Makam Adipati Anom
   2. Watu Gombang. Watu gombang ini konon digunakan Adipati Anom beserta 4 sahabatnya untuk tempat mencuci pusaka seperti keris, tombak, dll. Menurut penuturan penduduk sekitar, watu tersebut sering berputar dan berubah arah, serta batu ini juga dipercayai tidak mempunyai dasar atau tidak berujung. (Amin)

Sumber : Babad Adipasir
Narasumber : Mbah Marjuni

3 komentar:

Unknown mengatakan...

Manthap untuk tirakat petilasannya

Ibnu nur achmad mengatakan...

Narasinya sudah bagus, tp sayang siapa adipati anom tidak ada yg tau. Dan pd era itu suapa yg mendapat gelar gelar adipati anom. Perlu diketahui bahwa dlm peristiwa perang jawa tahun 1825-1830 yg mendapat gelar Adipati Anon Adalah RM. Suryaatmaja/KPA. Dipanegara/Pangeran Dipaningrat bin BPH. Dipanegara/RM. Antawirya dr ibu RAy. Retnakusuma/RAy. Supadmi. Adipati Anom Beristikan Putri Danukusumo dr tanah Panjer/Kebumen dan berputra RM. Kramadipa dan RM. Ali Dipawangsa. (Makam putranya ada di Purwokerto)

Ibnu nur achmad mengatakan...

Narasinya sudah bagus, tp sayang siapa adipati anom tidak ada yg tau. Dan pd era itu suapa yg mendapat gelar gelar adipati anom. Perlu diketahui bahwa dlm peristiwa perang jawa tahun 1825-1830 yg mendapat gelar Adipati Anon Adalah RM. Suryaatmaja/KPA. Dipanegara/Pangeran Dipaningrat bin BPH. Dipanegara/RM. Antawirya dr ibu RAy. Retnakusuma/RAy. Supadmi. Adipati Anom Beristikan Putri Danukusumo dr tanah Panjer/Kebumen dan berputra RM. Kramadipa dan RM. Ali Dipawangsa. (Makam putranya ada di Purwokerto)